Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

iklan atas

CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI FASE C


Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Fase Fase C untuk kelas V dan VI SD/Program Paket A

A.  Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Pendidikan pada dasarnya merupakan tanggungjawab utama dan pertama orangtua, demikian pula dalam hal pendidikan iman anak. Pendidikan iman pertama-tama harus dimulai dan dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat dan lingkungan dimana anak mulai mengenal dan mengembangkan iman. Pendidikan iman yang dimulai dalam keluarga perlu dikembangkan lebih lanjut dalam Gereja (Umat Allah), dengan bantuan pastor paroki, katekis dan guru Pendidikan Agama Katolik di sekolah.

Negara juga mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi agar pendidikan iman bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Salah satu bentuk dukungan negara adalah dengan menyelenggarakan pendidikan iman (agama) secara formal di sekolah yaitu Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Belajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti mendorong peserta didik menjadi pribadi beriman yang mampu menghayati dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari. Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang bersumber dari Kitab Suci, Tradisi, Ajaran Gereja (Magisterium), dan pengalaman iman peserta didik. Kurikulum Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti diharapkan mampu mengembangkan kemampuan memahami, menghayati, mengungkapkan dan mewujudkan iman para peserta didik. Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti disusun secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran iman Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama dan kepercayaan lain. Hal ini dimaksudkan juga untuk menciptakan hubungan antar umat beragama yang harmonis dalam masyarakat Indonesia yang majemuk demi terwujudnya persatuan nasional.

B. Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti bertujuan:

1.  agar peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap membangun hidup yang semakin beriman (beraklak mulia);

2.  membangun hidup beriman Kristiani yang berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakni Kerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi dan peristiwa penyelamatan, situasi dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dan kesetiaan, dan kelestarian lingkungan hidup; dan

3.  mendidik pesera didik menjadi manusia paripurna yang berkarakter mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global sesuai dengan tata paham dan tata nilai yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus Kristus sehingga nilai-nilai yang dihayati dapat tumbuh dan membudaya dalam sikap dan perilaku peserta didik.

 

C. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti diorganisasikan dalam lingkup empat elemen konten dan empat kecakapan. Empat elemen konten tersebut adalah:

Elemen

Deskripsi

Pribadi Peserta Didik

Elemen ini membahas tentang diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki kemampuan dan keterbatasan kelebihan dan kekurangan, yang dipanggil untuk membangun relasi dengan sesama serta lingkungannya sesuai dengan Tradisi Katolik.

Yesus Kristus

Elemen ini membahas tentang pribadi Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan Kerajaan Allah, seperti yang terungkap dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, agar peserta didik berelasi dengan Yesus Kristus dan meneladani-Nya.

Gereja

Elemen ini membahas tentang makna Gereja agar peserta didik mampu mewujudkan kehidupan menggereja.

Masyarakat

Elemen ini membahas tentang perwujudan iman dalam hidup bersama di tengah masyarakat sesuai dengan Tradisi Katolik.

Kecakapan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti adalah memahami, menghayati, mengungkapkan, dan mewujudkan. Dengan memiliki kecakapan memahami, peserta didik diharapkan memiliki pemahaman ajaran iman Katolik yang otentik. Kecakapan menghayati membantu peserta didik dapat menghayati iman Katoliknya sehingga mampu mengungkapkan iman dalam berbagai ritual ungkapan iman dan pada akhirnya mampu mewujudkan iman dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Kecakapan ini merupakan dasar pengembangan konsep belajar Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Fase Fase C (Umumnya untuk kelas V dan VI SD/Program Paket A)

Pada akhir Fase C, peserta didik memahami dirinya sebagai citra Allah, sebagai laki-laki atau perempuan, dan mampu mensyukurinya dengan melibatkan diri dalam kehidupan menggereja (melalui kebiasaan doa dan perayaan sakramen Baptis, Ekaristi dan Tobat, sebagai tanda keselamatan Allah), dan mewujudkan imannya dalam kehidupan bermasyarakat dengan menunjukkan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia dengan menjunjung tinggi hati nurani, serta membangun semangat dialog antar agama dan kepercayaan, sesuai dengan ajaran Gereja dan teladan Yesus Kristus.

Fase C Berdasarkan Elemen

Elemen

Capaian Pembelajaran

Pribadi Peserta Didik

Peserta didik mampu memahami diri sebagai perempuan atau laki-laki sebagai citra Allah, yang sederajat dan saling melengkapi.

Peserta didik mampu memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara dan bangga sebagai bangsa Indonesia, menyadari diri sebagai warga dunia, sehingga terdorong melakukan kegiatan dialog antar umat beragama dan berkepercayaan.

Yesus Kristus

Peserta didik mengenal tokoh-tokoh Perjanjian Lama (Daud sebagai pemimpin, Salomo yang bijaksana dan Ester perempuan pemberani) dan tokoh Perjanjian Baru (Maria dan Elisabet); meneladan Yesus yang taat kepada Allah, Yesus yang mengajarkan pengampunan dan memanggil orang berdosa; memahami Yesus yang menderita, wafat, dan bangkit, serta mengutus Roh Kudus untuk menguatkan para rasul, dan semua orang yang percaya.

Peserta didik mengenal kisah jatuh bangun Israel di bawah bimbingan nabi Elia, nabi Amos pejuang keadilan, nabi Yesaya yang menubuatkan kedatangan juru selamat, mengenal kisah Yesus yang mewartakan kerajaan Allah dengan kata-kata, tindakan, dan seluruh pribadi-Nya.

Gereja

Peserta didik mewujudkan iman dalam hidup seharihari, dengan cara terlibat dalam hidup menggereja, hidup bersama yang dijiwai Roh Kudus.

Peserta didik memahami Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik, serta persekutuan para kudus.

Masyarakat

Peserta didik terlibat dalam pelestarian lingkungan, dan mengembangkan sikap jujur.

Peserta didik dapat bertindak menurut hati nurani, menegakkan keadilan, dan mewujudkan semuanya ini dalam hidupnya sehari-hari sebagai orang beriman kristiani.

  

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti ((PAKaBK) fase lain dapat di lihat di bawah ini:

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Fase A (unduh)

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Fase B (unduh)

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Fase C (unduh)

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Fase D (unduh)

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Fase E (unduh)

Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik Dan Budi Pekerti Fase F (unduh)

data berdasarkan KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 033/H/KR/2022 TENTANG CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH PADA KURIKULUM MERDEKA.