Mengoperasikan Mesin Solder C.26ELT03.005.1 SKKNI Nomor 199 Tahun 2021
Mengoperasikan Mesin Solder
KODE UNIT :
C.26ELT03.005.1
DESKRIPSI UNIT :
Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam
mengoperasikan mesin solder.
ELEMEN KOMPETENSI |
KRITERIA UNJUK
KERJA |
1. Menyiapkan pengoperasian mesin
solder |
1.1 Material
yang digunakan untuk proses penyolderan dengan mesin diidentifikasi. 1.2 Peralatan kerja dan perlengkapan untuk penyolderan dengan
mesin diidentifikasi. 1.3 Instruksi kerja
pengoperasian mesin diidentifikasi. 1.4 Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) di area
kerja diidentifikasi. 1.5 Prosedur penanganan
material Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3) diidentifikasi. 1.6 Bahaya Electro Static Discharge (ESD) terhadap komponen elektronika diidentifikasi. 1.7 Fungsi setiap
bagian pada mesin yang akan digunakan
untuk proses solder diidentifikasi. 1.8 Acceptance
criteria hasil solder pada Printed
Circuit Board (PCB) assy diidentifikasi. 1.9 Checksheet kontrol parameter
setting mesin diidentifikasi. 1.10 Lebar konveyor
di-setting (diatur) sesuai dengan
lebar PCB assy. |
2. Melakukan setting pada mesin
fluxer |
2.1 Input tekanan
angin, ketersediaan flux dan solvent diperiksa sesuai instruksi kerja mesin. 2.2 Parameter pada mesin di-setting sesuai dengan standar pada instruksi kerja
mesin. |
3. Melakukan setting pada mesin
dipping solder |
3.1 Parameter pada mesin dipping
di- setting
sesuai dengan standar pada instruksi
kerja mesin. 3.2 Solder bath diisi dengan timah solder sesuai dengan standar pada instruksi kerja. |
4. Melakukan pemeriksaan unjuk kerja
mesin solder |
4.1 Timah solder
dipastikan bersih dari
kotoran timah sesuai
instruksi kerja. 4.2 Level ketinggian
flow solder dipastikan sesuai instruksi kerja. 4.3 Solder bath dibersihkan dari kotoran timah
(dross). 4.4 Hasil solder
pada PCB assy dikonfirmasi berdasarkan acceptance criteria. |
BATASAN VARIABEL
1. Konteks variabel
1.1 Unit kompetensi ini berlaku
untuk menyiapkan pekerjaan
menyolder komponen ke PCB dengan mesin solder, melakukan setting (pengaturan) pada mesin fluxer, melakukan setting (pengaturan) pada mesin dipping solder,
dan melakukan pemeriksaan unjuk kerja mesin solder.
1.2 Mesin solder yang digunakan mencakup dan tidak terbatas pada mesin solder tipe dipping machine.
1.3 Material yang digunakan untuk penyolderan dengan mesin mencakup dan tidak terbatas pada solder bar (timah batangan), cairan flux dan cairan solvent.
1.4 Peralatan dan perlengkapan yang
digunakan mencakup dan tidak terbatas
pada alat ukur, alat bantu kerja, Alat Pelindung Diri (APD).
1.5 Prosedur K3 di area kerja mencakup dan tidak terbatas pada Penggunaan APD yang sesuai, identifikasi bahaya di area kerja (contoh
: kebakaran, tumpahan
cairan kimia berbahaya), dan penanganan yang dilakukan bila terjadi kondisi
darurat.
1.6 Prosedur penanganan material kategori
Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3) di area kerja mencakup dan tidak terbatas pada identifikasi material B3 dengan Material
Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB), dan
penanganan material B3 saat proses dan
penyimpanan.
1.7 Acceptance criteria adalah hasil solder yang bisa dinyatakan layaki secara visual (contoh tidak terdapat kondisi sebagai berikut: short,
solder bridge, tunnel, cold solder, skipped solder,
solder balls, pin hole, kurang timah, kelebihan
timah).
1.8 Parameter setting pada mesin fluxer mencakup
dan tidak terbatas pada volume spray flux (cc), gravity flux standart, tekanan spray (Kg/ cm2), tekanan tangki (Kg/ cm2), tekanan input angin (Kg/
cm2), dan speed conveyor
(meter/ menit).
1.9 Parameter setting pada mesin dipping solder
mencakup dan tidak terbatas pada temperature pre-heater (oC), temperature solder bath (oC), temperature cooling system (oC), level ketinggian solder bath
(cm), dipping time (detik), kecepatan jetting 1 & 2 (hertz),
dan speed conveyor (meter/ menit).
2. Peralatan dan perlengkapan
2.1 Peralatan
2.1.1 Thermometer
2.1.2 Mistar/ penggaris
2.1.3 Kape
2.1.4 Tang jepit
2.1.5 Obeng panjang (-)
2.1.6 Obeng panjang (+)
2.1.7 Gelang anti static
2.1.8 Sampel PCB dummy
2.2 Perlengkapan
2.2.1 Solder bar (timah batangan)
2.2.2 Cairan flux
2.2.3 Cairan solvent
2.2.4 Alat pelindung diri: masker kimia, kaca mata/
googles, sarung tangan tahan, panas dan kimia, celemek/ apron, sepatu safety
3. Peraturan yang diperlukan (Tidak
ada.)
4. Norma dan standar
4.1 Norma (Tidak ada.)
4.2 Standar (Tidak ada.)
PANDUAN PENILAIAN
1. Konteks penilaian
1.1 Penilaian dilakukan
untuk mengetahui kemampuan, yang meliputi aspek,
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengoperasikan mesin solder.
1.2 Penilaian dapat dilakukan dengan tes lisan/ tertulis, observasi atau praktik, dan/ atau
evaluasi portofolio.
1.3 Penilaian dapat dilakukan di workshop, tempat kerja, dan/ atau Tempat Uji
Kompetensi (TUK).
2. Persyaratan kompetensi (Tidak ada.)
3. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan
3.1 Pengetahuan
3.1.1 Dasar jenis komponen
elektronika
3.1.2 Dasar untuk operator dipping solder
3.1.3 Dasar tehnik pengukuran
3.1.4 Dara penggunaan instrumen/ alat ukur
3.1.5 Dasar keselamatan kerja
3.1.6 Kemampuan identifikasi bahaya di tempat
kerja
3.1.7 Dasar material yang termasuk kategori
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
3.1.8 Dasar tentang listrik statis dan efek yang
ditimbulkan terhadap komponen elektronika
3.2 Keterampilan
3.2.1 Mengoperasikan alat ukur
3.2.2 Membaca hasil pengukuran
3.2.3 Memasang dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan standar kerja
3.2.4 Melakukan tindakan preventif saat
kondisi darurat terjadi
(menekan tombol emergency stop, menggunakan APAR).
3.2.5 Melakukan identifikasi dan pemilahan material
kategori B3 dengan material
non B3
3.2.6 Memasang dan menggunakan perlengkapan pencegahan ESD sesuai dengan standar
3.2.7 Mengatur lebar konveyor
sesuai dengan PCB yang akan diproses
3.2.8 Mengatur parameter setting pada mesin fluxer
4. Sikap kerja yang diperlukan
4.1 Disiplin
4.2 Cermat
4.3 Teliti
4.4 Konsisten
5. Aspek kritis
5.1 Kemampuan asesi/ operator dalam menerapkan aspek pendukung proses
soldering dengan mesin solder
5.2 Keterampilan operator/ asesi dalam mengoperasikan mesin pada proses meyolder komponen ke PCB dengan mesin